Japan

Melipir Asyik ke Negara Jepang

Rencana apa saja yang sudah sobat buat di tahun 2017? Sudah lihat tanggal merah yang panjang di kalender? Yakin liburan sudah masuk dalam list rencana ke depanmu di sela-sela belajar, kerja, lulus wisuda atau target nikah ? (Oooops…no offense yah hehe..). Kalau belum, cepet buat sobat! Kita ga bakal tahu kapan waktu liburan itu akan datang bahkan kalaupun kecil kemungkinan buat ada, kita tetap harus meluangkannya. Hidup bahagia bukan hanya dari target hidup yang tercapai aja loh, tapi juga dari kondisi batin yang sumringah. Daaaan…salah satu dari sekian banyak hal yang membuat batin sumringah itu adalah dengan liburan !

 

sumber: pribadi

 

Nah, satu dari sekian banyak destinasi favorit itu Jepang selalu menjadi primadona. Baik dalam hal tempat jalan-jalan maupun menempuh pendidikan. Memang apa saja sih asyiknya negeri matahari terbit satu ini? Yuk diulik !

Budaya Sopan Santun dan Toleransi yang Tinggi

Hampir di setiap kesempatan dalam bertatap muka, orang Jepang selalu membungkukkan badannya ataupun berkata, “Ohaiyo..”. Artinya ‘Halo’ dalam bahasa Indonesia. Apalagi di perdesaan Jepang, orang-orangnya sangat suka menyapa orang baru entah dengan tersenyum, membungkuk atau menganggukkan kepala. Masyarakat di Jepang khususnya kalangan usia tidak produktif memang terkenal dalam berbudi pekertinya. Sapaan dan gesture tubuh  sangat diperhatikan. Menatap dengan lama secara langsung orang yang tidak dikenal sangat tidak sopan menurut mereka. Sehingga jarang sekali masyarakat sana yang kepo sama urusan orang lain yang tidak dikenalnya.

Pelayanan dalam urusan dagang juga sama saja. Pelayan Jepang akan setengah berbisik ketika menanyakan apakah akan menambah jumlah makanan jika pemesannya seorang wanita. Semata-mata demi menjaga harga diri wanita tersebut agar tidak dibilang rakus.

Disamping itu, sikap menghormati kepercayaan orang lain memang dijalankan dengan baik. Jika budaya minum sake dan makan daging babi sudah menjadi keharusan di saat kumpul kolega, teman kampus maupun teman nongkrong, mereka dengan terbuka akan mau menerima penolakan dari kawan muslim yang tidak ikut bergabung. Bahkan ada sebagian yang malah menyediakan menu sendiri saat acara kumpul-kumpul tersebut. Bersama bukan berarti mencampurbaurkan keyakinan bukan?

Transportasi Publik yang Ramah dan Nyaman

 

sumber: pribadi

 

Jepang merupakan negara yang terkenal dengan pelayanan terbaik dari transportasi publiknya mulai dari ketepatan waktu, kenyamanan dan juga keramahannya. Ada kereta api, bus dan taksi yang siap sedia melayani, tentu saja disesuaikan dengan kapasitas kantong masing-masing. Bukan hal aneh sih karena jumlah yang kita keluarkan setimpal dengan yang kita rasakan. Contohnya saja, untuk para karyawan yang senantiasa mengejar waktu dengan aktivitas sangat padat, kereta akan menjadi pilihan utama mereka, namun para lansia dan anak sekolah justru lebih menyukai bus yang bisa turun di halte-halte terdekat dalam kota, bisa menikmati pemandangan dan lebih murah. Sedangkan taksi menjadi pilihan bagi para pengguna yang menginginkan privasi, budget lebih dan juga kemudahan dalam berpindah tempat.

Kereta Jepang terkenal dengan jalurnya yang banyak. Saking banyaknya orang yang baru pertama kali bepergian dengan kereta mungkin harus selalu melihat jalur kereta yang dilewati agar tak salah arah. Setiap kali transit juga harus awas dengan papan penunjuk arah kereta. Adapun jenis kereta di Jepang ada 5 macam tergantung kecepatannya. Paling cepat shinkansen dan paling lambat futsu densha (mirip commuterline jakarta loh).

Dari segi tiket, bus dan kereta hampir sama. Antar halte dan stasiun sudah ada tarifnya. Untuk kereta kita tinggal beli tiket sesuai stasiun tujuan, sedangkan tarif bus  terpampang di layar tv tepat di tengah dekat bapak sopir bus sesuai dengan nomor scan kartu saat kita masuk bus pertama kali. Yup…agar memudahkan naik transportasi di Jepang, sudah ada sistem memakai kartu deposit, sehingga kita tak harus bayar tunai apalagi ditagih-tagih kernet bus.

 

sumber: pribadi

 

Dan yang lebih unik lagi adalah taksinya. Masih hangat dalam ingatan saya, sopir taksi di Jepang itu kebanyakan bukan usia produktif lagi. Lansia Jepang terkenal sangat sehat. Dengan balutan kemeja putih berdasi, bersepatu mengkilat dan tak lupa topi ala pak polisi, tidak mengurangi kegagahan dan kegesitan mereka dalam melayani penumpang.  Dari segi biaya memang lebih mahal, tapi taksi bisa menjadi andalan terbaik di saat kaki mulai lelah untuk berjalan antar stasiun maupun halte. Mahal namun cepat dan tidak melelahkan.

Budaya yang Kuat

Upacara minum teh bukan hal aneh di sini. Teh, ikebana, kimono, festival musim semi menjadi salah satu daya tarik Jepang. Mulai dari makanan, baju tradisional sampai festival setiap musim selalu menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Meskipun Jepang sudah bertransformasi menjadi negara maju berbasis industri dan teknologi, kebudayaannya tetap tak tergerus zaman. Seni merangkai bunga, ikebana, bahkan sudah banyak dipelajari di tanah air.

Jika Sobat datang ke Kyoto, kamu pasti bakal merasa berada di negara  Jepang zaman dahulu di saat kekaisaran dan para samurai masih berperan aktif di masyarakat. Rumah tingkat ala-ala serial Oshin juga masih terawat dengan baik.

Disiplin Tinggi

Dulu dosen saya yang lulusan Jepang selalu jadi bahan gosip mahasiswa. Bukan cuma karena pintarnya tapi juga karena gaya bicaranya yang cepat dan tepat waktu dalam masuk kelas dan menagih tugas Hehe…

Sebetulnya bukan itu sih yang saya garis bawahi. Jepang memang terkenal dengan negara On time. Kereta dan bus biasanya datang selalu tepat waktu. Keterlambatan hanya terjadi ketika ada kendala yang sangat teknis. Selain waktu, disiplin orang Jepang juga terlihat dari kebiasaan mereka membuang sampah. Pemilahan sampah kering, basah atau kaleng bukan hal baru bagi mereka. Bahkan membuang sampah ke TPS pun ada jadwalnya loh. Misal sampah kering hari Selasa, sampah basah hari Rabu dan Kamis, sampah kaleng hari Sabtu.

Di transportasi publik pun kedisiplinan terlihat sangat baik. Kursi prioritas selalu kosong jika tak ada yang membutuhkan. Orang sehat atau bukan prioritas tak ada yang berani duduk di kursi bertanda tersebut. Kalaupun ada, biasanya akan menjadi tatapan dan cibiran orang sekitarnya.

Pemalu

Jangan harap bisa berfoto dengan orang Jepang yang baru kita kenal. Masyarakat Jepang ga terlalu suka difoto ataupun berfoto. Jadi, kalau mau dapat foto bareng mereka yah harus melalui kesepakatan dulu. Ga asal jepret dan posting. Emang kita ye…lihat kamera dikit langsung cekrek upload hehe….Meskipun begitu mereka sangat ramah dan juga terbuka saja kalau kita dengan sopan meminta berfoto bareng mereka.

Infrastruktur yang Merata

Ini yang bikin saya tercengang. Jalan beraspal maupun bersemen  hampir semuanya menjangkau persawahan. Kalau sudah lihat sawah-sawah di Jepang saya jadi sedih sendiri sama kondisi jalan desa di kabupaten Indonesia. Yah…semoga saja pemerintah pusat dan daerah kita segera berbenah. Hasil studi banding para pejabatnya ga cuma jalan-jalan (Loh kok malah curhat…aamiin aja ya).

Pelayanan Prima

Percaya ga kalau ini kantor kelurahan ?

Jangan harap ketemu dengan calo-calo di kantor lurah, camat maupun imigrasi. Jepang sangat baik pelayanan masyarakatnya sehingga praktek tersebut belum pernah saya temui. Bahkan saat adik saya mau mengurus KTP anak dan Ibu. Hanya dibutuhkan waktu setengah jam saja sampai jadi. Belum lagi saat ada masalah kesehatan. Pembayarannya transparan dan pelayanannya sangat baik. Para petugas pelayan publik memang terkenal gesit, tanggap dan ramah.  Ketika ada kejadian jalan ambles di Hakata, prefektur Fukuoka, penanganannya hanya dua hari saja. Padahal itu daerah tengah kota yang rame dengan manusia dan kendaraan.

 

IT, Anime dan Vocal Grup

Siapa yang tak mengakui kalau Jepang sangat ahli dalam hal teknologi. Sejak zaman pompa air Sanyo, jam tangan Seiko sampai Digno Rafle-smartphone yang katanya bisa dicuci pakai sabun. Jepang merajai dunia perdagangan karena terkenal kualitasnya yang ga murahan. Banyak terobosan yang dilakukan negara Jepang dalam teknologi sampai bisa terkenal di bidang robotikanya.

Kitakyushu Institute of Technology – Acara kelulusan Master dan Doktoral

Begitu pula dengan anime Jepang yang merajai industri kartun. Manga Conan menjadi favorit yang tak ada duanya begitu juga dengan doraemon yang seakan menjadi legenda turun temurun dari generasi ke generasi. Kualitas gambar kartun Jepang tak diragukan lagi.

Dari dunia tarik suara, kita juga mengenal AKB48 yang terkenal sangat imut dan energik. Bahkan saat saya di Mall Hakata, lantai teratas penuh dengan para penggemar AKB48 yang luar biasa setianya. Liburan sambil lihat konser kan kapan lagi.

Dunia Pendidikan dan Penelitian

Jepang juga terkenal dengan pendidikannya yang mumpuni. Jepang pernah menjadi negara yang tertinggal dalam bidang sains maupun riset. Namun seiring dengan waktu mereka berbenah dari dalam. Penulisan paper dan penelitian sudah mulai menjadi konsen universitas Jepang. Selain itu, banyak para lulusan universitas favorit memang terbukti menghasilkan para pejabat atau politisi yang berperan besar bagi rakyatnya.

Tempat Wisata yang Ga ada Habisnya

Jepang terkenal bukan karena kekayaan alamnya tapi karena ketelatenan mereka dalam menjaga apa yang mereka miliki. Mulai dari kastil peninggalan jaman dahulu, hutan kota, gunung, kuliner tradisional sampai modern mereka rawat dan promosikan dengan sangat baik. Mekarnya sakura bahkan menjadi daya tarik karena keindahan sakura dipadupadankan dengan terjaganya lingkungan tempat dimana para turis bermanja melihat pemandangan alam.

Keasrian kota zaman dahulu di Kyoto, kehidupan kota Tokyo, keindahan sakura dan Gunung Fuji, dinginnya Hokaido sampai wisata kuliner dan budaya lainnya tersaji apik di Jepang. Mungkin saja kita sudah biasa melihat pemandangan Gunung di Indonesia. Tapi sensasi sakura di musim semi tak ada duanya. Festival musim panas juga sayang untuk dilewatkan. Dan camilan yang tak terlupakan mulai dari Mochi, sushi sampai Taiyaki.

Nah, sobat apa lagi yang kamu tunggu untuk membuat Jepang jadi destinasi liburan selanjutnya? Apalagi kalau jalannya bareng His Travel Indonesia dan HAnavi.

Kapan Lagi Liburan Dibayarin…..

BACA JUGA: WISATA KE JEPANG BERSAMA HAnavi