Indonesia

MTMA ala ala

Hai…hai…maaf baru bisa njenguk dan salam salam sama ruangan. Jujur beberapa bulan ini waktu sudah melampaui kecepatan kereta express. Sekelebat ga kerasa eh tahu-tahu sudah bulan februari di tahun 2018. Terus di tahun baru ga jalan-jalan gitu? Kalau nanya jalan ala turis belum sempet sis. Tapi kalau nanya jalan sebagai agen negara jangan ditanya. Hampir setiap hari hehe….perasaannya? Tentu saja lelah namanya manusia kalau habis jalan turis aja melelahkan apalagi yang ini. Karena saya akan mengajak teman-teman buat melihat sisi lain dari seorang pegawai negeri sipil yang kadang suka dengar selentingan dari segelintir orang yang menilai jelek hanya dari satu sisi setelah melihat oknum yang tidak bertanggung jawab. Terus kita mau jalan kemana?

Jadi, selama beberapa bulan terakhir kantor saya lagi semangat banget untuk merombak suatu metode pengumpulan data yang digadang-gadang jadi senjata ampuh untuk menjawab kegalauan selama ini soal data produksi beras. Beras kan asalanya dari padi dan padi itu tumbuh di lahan sawah. Jadi, setelah reli panjang kantorku dan kantor yang punya gawean,  akhirnya pada tahun 2015 bekerja sama untuk menjalankan sebuah metode baru bernama KSA (Kerangka Sampel Area). Yang membedakan adalah pengumpulan data lahan sawah yang biasanya pakai teknik lukir (lu kire2 alias pandangan mata) digantikan oleh hasil integrasi spasial data dan kerangka luas baku lahan sawah. Implementasi serentak secara nasional dilakukan pada tahun 2018. Setelah melewati pemilihan secara acak dengan memperhatikan jarak antar segmen,  didapatlah sampel segmen yang harus diamati perkembangannya dari bulan ke bulan selama setahun. Cara pengamatannya yaitu dengan turun langsung ke lokasi segmen seluas 9 Ha yang dibagi ke 9 titik. di setiap 1 titik (1 Ha) kita harus menemukan titik tengah yang harus dipotret. Bisa juga dalam radius 10 m. Semuanya dilakukan dengan jadwal tertentu yang akan otomatis dikunci dan tidak bisa motret jika terlalu cepat maupun terlalu lambat turun ke lapangan.

Ya ampuun…kerjaan moto mah gampang. Iye kah? Nah ini dia ceritaku di lapangan ala-ala MTMA

Semoga ga ada anaconda

Lumayan ga nyemak…tau ga samping tuh kuburan loh

Nah..masih baaanyak segudang foto yang keluar masuk hutan, nyebur sungai dll. Tapi kalu dimuat semua nanti kayak album foto. Intinya adalah apa yang dilakukan ini semata-mata karena amanah kami sebagai penggenggam amanah rakyat supaya nanti ke depannya ga ada lagi gonjang ganjing dan gunjingan soal beras. Terbukti? Belum sob belum sekarang…karena ini baru langkah awal. Masih paaanjang perjalanan kai untuk sampai kesana.

Nah…akhir cerita, saya mau nyuguhin sedikit keindahan yang sempat saya tangkap selama jalan-jalan blusukan ke hutan, sungai dan daerah yang ga diketahui namanya. Bumi Allah selalu cantik dimanapun kaki saya berada………Biruuuuuuuu 🙂