Japan

Pengalaman Naik Asiana Airlines (Review)

Hai…hai…masih dalam cerita perjalanan saya menuju dan kembali dari negeri Sakura, kali ini saya akan membahas soal pengalaman saya naik salah satu maskapai yang katanya nomor dua setelah Korean Air. Apakah menyenangkan? Yuk kita lihat satu satu

Desain Interior

Menurut pengalaman saya dari beberapa kali naik pesawat luar, Asiana tidak terlalu jauh beda dengan Korean Air. Sama-sama lapang dan memang dengan desain interior yang hampir seragam. Bedanya adalah, saat kemarin saya pulang dari Incheon menuju Jakarta kami diberi lagi selimut tanpa headser maupun alat mandi sekedarnya. Bagaimanapun untuk hal ini saya masih teringat-ingat pelayanan Thailand Air. O iya perlu dicatat bahwa tulisan ini tidak bermaksud untuk menyinggung salah satu maskapai. Ini hanya murni berbagi pengalaman saja ya hehehe…..

Makanan Halal

Hm….ini salah satu catatan tersendiri juga sih. Jadi, ceritanya saya sudah memesan makanan halal sebelumnya dan sudah ok. Katanya makanan tersebut akan dihidangkan dari Hiroshima menuju Incheon begitu pula dari Incheon dari Jakarta.

Nah…masalahnya saat dari Incheon menuju Jakarta saya ga ditawari makanan halal. Padahal biasanya ada crosscek dari pramugari untuk memastikan nama penumpang muslim. Tapi sampai makanan penumpang lainnya dibagikan saya dan mama saya masih tetap saja dianggurin. Huft…akhirnya ada pramugari datang dan menanyakan apakah saya akan memilih bibimbap atau makanan Korea lainnya. Terus saya tanya kalau makanan halalnya mana. Pramugarinya menjawab bahwa tidak ada pesanan mengenai hal tersebut. Huft….jadi catatan penting. Pokoknya kalau transit kita tetap harus memastikan soal makanan lagi ke maskapai. Jadi…karena perut sudah kruyuk2 kami pun memesan bibimbap dan menyingkirkan segala sesuatu yang mungkin meragukan seperti daging, minyak, kimchi maupun bumbu. Sayurannya tawar dong. Huhu…daripada ya. Padahal ada kimchi. Cuma saya ingat kalau pernah dibilangin kimchi pun bisa tercampur bumbu tak halal.

Handling bagasi dan Fasilitas

Dari Hiroshima ke Incheon maupun dari Incheon ke Jakarta tidak ada masalah bagasi. Kalau berat bagasi sih standar ya 23 kg untuk bagasi cek in. Satu hal yang jadi nilai plus bagi Asiana adalah kesigapan para pegawainya dan ketanggapan maskapai atas permintaan mendadak. Seperti permintaan ibu saya yang membutuhkan kursi roda karena tiba-tiba lututnya sakit. Jadi, karena mendadak orang yang mendampingi pun hanya 1 orang. Padahal ada lagi 1 orang yang juga dari Indonesia memakai kursi roda. Alhasil mas-mas pegawai maskapai harus dorong 2 kursi roda sekaligus. Waktu saya mau bantu dorong, masnya bilang ga usah, ga apa-apa. Walah…mantep memang kalau soal urusan tanggung jawab pegawainya selalu all out.

Soal  bagasi juga sangat cepat dan sigap. Masing-masing orang ditimbang bawaannya. Jadi, kalau 11 keluarga bawa banyak koper. Nah koper yang mau masuk sebagai bagasi cek in harus dibuat atas nama satu orang sesuai kapasitas per orang. Biasanya kalau keluarga bisa ditotal kan ya? Nah kalau dari dua maskapai termasuk yang ini dihitung per orang.

Nah…gimana menurut kamu yang udah pernah naik maskapai ini?