Opini

Berbuka Puasa Bareng Teman

Ada ungkapan yang lumayan nyeleneh dalam bahasa sunda, “Allahumma paksakeun,” artinya paksain aja deh ya Allah. Dalam konteks berbuka bersama, apalagi bareng teman, ungkapan tadi memang benar adanya. Bahkan sampai banyak memes yang menceritakan sulitnya mewujudkan sebuah aktivitas buka bersama ini. Dari yang asalnya rencana jadi wacana.

Untungnya, kegiatan yang biasanya penuh dengan ketidakpastian ini, pada akhirnya bisa diwujudkan oleh teman-teman EAP kelas A. Alhamdulillah, beberapa minggu sebelumnya kami semua sepakat untuk berbuka bersama para tutor kelas kami. Tempatnya di warung Mang Engking, Depok. Opsi hari pun dibuka di forum WA grup. Hasilnya, hari rabu kami pilih sebagai hari berbuka bersama. Beruntung Mb Yoshi mau menjadi sukarelawan sebagai manajer makanan yang kebagian sibuk nanti atur2 meja dan menu. Kami percaya sama keahliannya bertindak “tegas” kalau mulai ada yang khilaf dan rusuh memesan makanan.

 

Kenapa berbuka puasa satu ini menjadi berkesan bagi saya?

Spoiler sedikit sebelum nanti saya cerita lebih jauh soal petualangan di kelas EAP. Jadi, tahun ini adalah tahun yang berbeda bagi saya. Allah ngasih rezeki untuk bisa melanjutkan pendidikan dan mengharuskan saya berada dalam pelatihan selama 5,5 bulan. Sebagai orang yang sudah berkecimpung di dalam dunia pekerjaan, saya pikir ketika nanti bergabung dengan kelas EAP, orang yang saya temui sebagai teman di kelas adalah para bapak atau ibu yang penuh dengan segala kewibawaan. Then, it’s turn out shocking but fun! Mereka anak-anak yang penuh warna warni dalam perspektif yang baik. Sebagian ada yang heboh sampai harus diingatkan, sebagian sangat kalem, sebagian sangat kebapakan, tapi hampir semuanya ga ada yang membawa image pegawai negeri. Bahkan ada beberapa yang punya hobi “unik”, yang membuat kami berbagi tawa bersama.

Makanya, saya merasa bahwa pengalaman berbuka kali ini sangat layak untuk dibagikan. Karena dari kesempatan ini, ketika kami sudah berada pada titik tujuan kami atau kembali ke tempat bekerja lagi, momen ini akan selalu kami ingat. Bahwa Ramadhan tahun ini, kami bersama-sama memperjuangkan mimpi yang dimulai dari kelas kecil kami di EAP.

Ga lengkap, ga rame!

O iya, di buka bersama kali ini dresscode nya batik biar agak kelihatan pegawainya katanya 😂. Start berangkat ke tempat berbuka sekitar pukul 16.30, jaraknya sendiri ternyata cukup dekat dari gerbatama UI. Anggota berbuka yang hadir selain kelas A adalah para tutor yang terdiri dari Ms Ranty, Ms Hilda, Mr Raymond, dan yang paling bule, Ms Rebekah. Semuanya adalah tutor yang sudah medorong kami supaya cas cis cus dalam bahasa Inggris, dan tutor yang sebagiannya suka kami buat pusiiiiiing karena minta pulang terus 😆.

Saya sendiri, biasanya dipanggil quiet girls saking malasnya berbicara, dan saya minta panggil effecient girl aja 🤣 (apa gunanya cb ya aksi mengoreksi istilah itu?). Tapi, pada akhirnya saya sudah mulai antusias untuk ikut dalam berbagai topik percakapan. Meskipun, ada juga sebagian yang membuat saya tetap memilih untuk diam, terutama saat orang lain sudah banyak yang berkontribusi. Yup, kadang saya terlalu pemilih saat harus memberikan respon. But this class can force me pass my boundaries.  Mau lancar bicara bahasa luar, ya biasakan bicara, se absurd apapun pembicaraannya. And that’s true !.

Ok. Kembali ke topik awal soal buka puasa bersama. Jadi, apa manfaat dari buka bersama teman ?

1. Mengajarkan Toleransi

Sebagian dari teman dan tutor saya ada yang non muslim dan mereka tidak keberatan untuk ikut kegiatan buka bersama. Disinilah makna toleransi diterapkan. Yang non muslim datang ke acara bukber dan yang muslim mempersilahkan mereka terlebih dahulu untuk minum dan makan jika sudah haus atau lapar, meskipun akhirnya mereka bersikeras untuk menunggu jadwal berbuka. Hal kecil namun manis menurut saya.

2. Menjalin Keakraban

Adakalanya meskipun satu kelas, kita tidak mengenal betul kepribadian masing-masing. Melalui acara bukber, ada yang baru terbongkar ternyata teman yang kita anggap pendiam justru bisa cerewet juga. Selain itu, kita juga bisa lebih mengakrabkan diri ke para tutor yang biasanya agak susah untuk didekati pada saat di kelas. Keakraban selanjutnya adalah saat kita bisa memahami keinginan makan teman-teman kita yang bervariasi. Ada yang alergi seafood, ada yang sudah ngetag lauk, ada yang sudah siapin tupper ware kosong dan bermacam bentukan lainnya. Pokoknya, sangat menyenangkan saat menyelami berbagai pola pikir, gaya bercanda maupun gesture teman-teman kita.

3. Mendalami makna syukur

Bulan Ramadhan adalah bulan mulia yang tidak diketahui apakah masih akan dijumpai lagi atau tidak. Makanya, selama  bisa ngumpul bareng teman luar biasa ini, kebermanfaatan waktu sangat terasa. Apalagi sebagian besar dari mereka ini sudah berkeluarga jadi memberikan gambaran mengenai sebuah sosok yang bisa menyeimbangkan antara keluarga dan pekerjaan.

4. Refleksi di Masa Depan

Seperti yang diulas sebelumnya, akan ada satu hari dimana kita akan berada di jalan yang berbeda dengan teman-teman. Bisa jadi dalam karir, lokasi tempat tinggal, bisnis, dsb. Maka acara ini lah yang nantinya akan menjadi cermin dan pengingat bahwa ada satu hari dimana kita duduk satu meja dan mengobrolkan hal paling absurd seperti skincare. Lalu kita nanti bisa jadi dipertemukan kembali dalam keadaan yang mungkin sesuai/tidak sesuai dengan harapa  kita saat ini.

Ada banyak manfaat yang didapatkan dari buka puasa bersama. Kebermanfaatan itu tak akan lekang oleh usia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s