Plus Minus Produk Bodycare Scarlett Whitening

Sebagai anak rantau yang sudah terlalu lama menjauh dari produk-produk Indonesia, saya punya segudang to do list sesampainya di tanah air. Sebenarnya rangking 1 daftar keinginan saya adalah segera berwisata kuliner jalanan sebangsa gorengan dan teman-temannya, tapi setelah menjalani karantina selama lebih dari seminggu, ternyata ada yang lebih urgen lagi. Apalagi kalau bukan me time!

Saya rindu sekali dengan perawatan diri yang khusyuk dan nyaman yang tidak bisa dilakukan semasa karantina. Padahal cuma 8 hari tapi kulit rasanya sudah teriak-teriak minta diexfoliasi secara paripurna. Selain itu, peralihan dari negara empat musim ke negara tropis selalu membuat kulit saya stres. Alhasil, mulai deh timbul masalah kulit kering dan kusam.

Jadi, masa-masa peralihan ini memang kesempatan yang paling pas untuk mencoba produk paling dicari di Indonesia. Apa lagi kalau bukan Scarlett Whitening.

Sumber: Dok. Pribadi

Awalnya sempat ragu juga dengan produk yang satu ini, nama Scarlett Whitening cukup membuat was was, jangan-jangan produknya hanya mengutamakan hasil instan putih yang bisa berbahaya dalam jangka panjang. Karena saya biasanya sangat concern dengan kandungan pemutih dan juga kehalalan produk, maka setiap produk dengan tag whitening selalu langsung membuat saya waspada tingkat tinggi.

Namun, dengan banyaknya orang yang mereview produk Scarlett Whitening, mulai dari artis sampai ibu rumah tangga, membuat rasa suudzon saya agak berkurang. Tampaknya engga mungkin kan kalau produk tersebut setara dengan produk abal-abal, apalagi yang empunya produk adalah artis ternama, Felicya Angelista.

Eh, alhamdulillah loh pas saya melihat label produknya, ternyata sudah ada label MUI plus dua logo tambahan lainnya, yaitu logo kelinci sebagai bukti bahwa produk tidak diujicobakan ke hewan dan satu lagi logo green dot. Seriusan nih, green dot kan menunjukkan bahwa produk tersebut sudah mematuhi aturan limbah kemasan. Bangga banget kan, ada juga produk kecantikan asal Indonesia yang concern masalah lingkungan.

Sumber: Dok. Pribadi

Selain itu, setiap produk juga sudah terdapat nomor BPOM dan juga stiker hologram untuk menjamin keaslian produknya. Cukup dengan mengecek nomor seri yang tertera di hologram dan mengisikannya pada menu verifikasi di website Scarlett Whitening, kita bisa memastikan keasliannya. Jika produknya asli, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini,

Sumber: Dok. Pribadi

Tambahan lagi, produk yang saya akan ulas kali ini memiliki aroma kopi. Jadi makin penasaran, kan? Sebelum membaca lebih lanjut saya mau mengingatkan dulu kalau hasil yang saya rasakan mungkin akan berbeda dengan pengalaman teman-teman. Tipe kulit kita kan engga sama, begitu juga dengan intensitas pemakaiannya. Nah kalau sudah sepakat, yuk lanjut baca lagi.

Ada tiga produk bodycare Scarlett Whitening yang akan saya ulas:

1. Scarlett Whitening Brightening Shower Scrub

Produk ini paling saya favoritkan. Selain karena paling sering dipakai sekalian sebagai sabun mandi, juga karena wangi kopinya yang lembut membuat badan saya terasa segar.

Sumber: Dok. Pribadi

Ukurannya sangat minimalis, sekitar 300 ml dan hanya segenggaman telapak tangan saja. Sangat mudah dibawa dan anti tumpah.

Karena produk kali ini beraroma kopi, warna cairannya pun sangat menyegarkan mata. Saya tadinya sempat mengira ada kandungan madu di dalamnya karena warna aslinya lebih mirip madu, tapi ternyata tidak ada.

Tutupnya juga mudah untuk dibuka tutup dan sangat ergonomis sekali. Baik di tutup dan badan botolnya terdapat logo timbulnya Scarlett.

Terdapat butiran halus dalam gelnya yang merupakan sumber keharuman sabun ini.

Sumber: Dok. Pribadi

Sumber: Dok. Pribadi

Setelah kurang dari seminggu memakai produk Brightening Shower Scrub, lambat laun kulit yang tadinya kasar berangsur membaik dan kembali kenyal. Bahkan mama saya sangat suka dengan kualitas produk satu ini. Alasannya, selain gampang untuk dibersihkan dan tidak membuat licin kulit, harumnya membekas sampai beberapa jam berikutnya.

Adapun komposisi dari produk ini meliputi aqua demineralisata, sodium laureth sulfate, acrylates/steareth-50 acrylate copolymer, lauryl betaine, coconut fatty acid diethanolamide, parfum, components and finished fragrances, sodium lauryl sulfate, cocamidopropyl betaine, glycerine, collagen, tocopheryl acetate, polyethylene, DMDM hydantoin, EDTA, citric acid, CL 77400

Berhubung saya bukan ahli kimia, jadi kalau teman-teman paham mengenai kandungan tersebut bisa share aja di kolom komentar ya.

Sumber: Dok. Pribadi

Busa yang dihasilkan dari shower scrub yang satu ini pun berlimpah. Meski begitu, tidak mengurangi kualitasnya dalam membersihkan badan.

Acapkali produk sabun dengan busa berlimpah seakan menyisakan sensasi tidak bersih di kulit saking licinnya. Makanya, saya selalu menghindari produk-produk dengan kandungan pelembut yang berlebihan.

Maka dari itu, produk Scarlett Whitening Shower Scrub terasa sangat pas untuk dipakai sehari-hari.

Jadi, ada beberapa poin yang bisa saya highlight untuk produk bodycare yang pertama ini

Plus

  • Wangi tahan lama
  • Gampang dibersihkan
  • Membuat kulit lembap
  • Ukurannya minimalis jadi gampang dibawa

Minus

  • Saking minimalisnya jadi cepat habis (untuk tipe boros sabun seperti saya ^^)
  • Terdapat kandungan glycerine, biasanya suka was-was nih, untung sudah ada halal MUI nya. Mungkin nanti bisa diperjelas glycerinnya bersumber dari apa

2. Scarlett Whitening Body Scrub

Sumber: Dok. Pribadi

Ritual perawatan badan tidak akan lengkap tanpa adanya luluran. Jadi, produk scrub menjadi hal yang seolah-olah wajib ada di kamar mandi.

Biasanya saya suka sekali produk luluran yang tidak kasar dan efektif membersihkan kulit mati di seluruh tubuh.

Produk Body Scrub Scarlett Whitening bisa menjawab keinginan saya untuk mendapatkan semua kriteria tersebut.

Butiran scrubnya yang kecil, sangat nyaman sewaktu diaplikasikan ke kulit.

Wangi aroma kopi yang lembut membuat saya betah melakukan ritual luluran dari ujung kaki sampai leher.

Tekstur bodyscrub
Sumber: Dok. Pribadi
Sumber: Dok. Pribadi

Ukuran 1 buah produk body scrub ini yaitu 250 ml, sebenarnya cukup sekali untuk digunakan selama kurang lebih 3-4 minggu. Apalagi luluran kan ga mesti tiap hari. Saya sangat menikmati setiap olesannya di kulit karena memang scrubnya sangat lembut. Sisa scrub juga tidak lebay, jadi menjauhkan pikiran saya dari asumsi kalau badan saya super (maaf) berdaki he he he.

Plus

  • Butiran scrub halus
  • Wanginya lembut
  • Menghaluskan kulit

Minus

  • Efek pencerah dan pemutih tidak terlalu nyata terlihat
  • Mungkin agak kurang greget bagi pecinta scrub dengan butiran yang lebih besar

3. Scarlett Whitening Fragrance Brightening Body Lotion Varian Jolly

Sumber: Dok. Pribadi

Produk lotion yang satu ini sangat difavoritkan keluarga saya. Wangi Jolly yang unik seakan perpaduan antara wangi kopi dan juga beragam bunga.

Saya mengaplikasikan body lotion setiap kali habis mandi dan sebelum tidur. Tentu saja supaya aktivitas harian dari pagi sampai menjelang tidur menjadi lebih semangat.

Sumber: Dok. Pribadi

Tekstur body lotion Scarlett Whitening cenderung creamy dan lebih kental dibandingkan body lotion pada umumnya.

Ada sensasi agak kesat sesaat setelah pemakaian, namun setelah beberapa lama sensasi tersebut berubah menjadi kelembapan yang terasa di kulit.

Saya sendiri sangat cocok dengan tekstur yang seperti ini karena tidak membuat tangan terlalu lembap berlebihan.

Wanginya sendiri sangat tahan lama dan tidak terasa licin meskipun kulit sedang berkeringat. Bentuk tutup kemasan yang one-time push juga sangat membantu sehingga menghindarkan saya dari pemakaian berlebihan.

Kiri: Pakai Body Scrub
Kanan: Tidak memakai Body Scrub
Sumber: Dok. Pribadi

Bagi saya sih sebenarnya perbedaannya tidak terlalu kelihatan. Di samping warna kulit saya memang tidak terlalu gelap sedari awal, jadi mungkin efek mencerahkannya pun tidak maksimal terlihat. Hanya saja kulit yang memakai body lotion terasa lebih halus.

Hasilnya, bisa teman-teman lihat sendiri di foto sebelah kiri. Bagaimana, apa ada perbedaannya?

Perlu diingat, saya memakai produk ini baru sekitar 5 hari saja, mungkin intensitas dan periode pemakaian yang lebih panjang bisa menentukan hasil yang lebih maksimal.

Plus

  • Wangi unik dan tahan lama
  • Melembapkan dan melembutkan kulit
  • Kemasan praktis

Minus

  • Tekstur creamy sehingga membutuhkan waktu untuk meresap ke kulit

Secara keseluruhan, saya sangat cocok dan menyukai produk Scarlett Whitening, adapun minus produk yang saya sebutkan sebelumnya memang tak terlalu menjadi poin utama.

Misalnya saja, tagline mencerahkan dan memutihkan kulit yang sampai hari ke 5 masih belum terlihat efeknya, bukan suatu masalah besar bagi saya yang tidak mencari tampilan kulit yang harus putih porselen.

Tapi mungkin teman-teman punya cerita lain lagi soal produk Scarlett Whitening. Share di kolom komentar ya, apa produk favorit kalian? Pastikan juga membeli yang asli ya ;D.

Member of Blogger Perempuan, data collector, and a random traveler who love to snap beautiful pictures with the undeniable interest over books and movies

14 Comments

Leave a Reply