Japan,  Opini, Tips & Lifestyle,  Review,  Traveling

Cara Menjual Barang di Thrift Store Jepang (3)

Halo, pengalamanku tentang cara menjual barang di thrift store Jepang belum usai. Kali ini pengalaman saya saat harus menjual meja dan menjual beberapa barang bekas yang saya beli sebelumnya. Inilah toko rekomendasi favoritku.

This image will appear in Google Serp for searching of keyword "Cara Menjual Barang Bekas di Jepang" and " Japan Thrift Store"

Book Off

Tidak seperti namanya, Book Off malah memperjualbelikan banyak jenis barang. Selain buku, terdapat barang lain seperti mainan, kamera, jam tangan, Gameboy, XBox, bahkan produk Apple pun tersedia.

Saya seringkali membeli buku di toko ini. Sayang, sebagian besar buku memang berbahasa Jepang, terutama deretan manga dengan koleksi lengkapnya. Biasanya, saat saya ingin membeli buku orisinal berbahasa Inggris, maka ada satu rak yang dikelompokkan dengan nama gaijin atau asing. Senang sekali saat bisa mendapatkan buku berbahasa Inggris yang asli. Harganya lumayan murah dibandingkan jika saya harus membeli buku orisinal yang baru. Sekitar 500 – 1000 yen saja.

Nah, waktu pulang saya coba untuk menjual kembali mainan untuk keponakan. Satu paket Shinkansen Railset yang sebetulnya sayang jika harus dijual. Kenapa? Karena seriesnya itu terbatas dan kalau di Indonesia harganya mahal sekali. Namun, karena Shinkansen Railset ini membutuhkan banyak sekali komponen. Akhirnya saya urungkan untuk membawanya pulang ke Indonesia.

Apa yang saya lakukan hanyalah membawa barangnya ke counter pembelian kemudian menerima nomor antrian. Saat nomor kita dipanggil, itu artinya barang kita selesai dicek dan pihak toko akan menawarkan harga yang disanggupi. Jika setuju, kita hanya perlu mengisi apakah akan menerima uang secara cash atau dalam bentuk poin. Setelah itu, tanda tangan secara elektronik sambil isi nama dan selesai. Mudah sekali bukan. Oh iya, harga 1 set Shinkansen yang saya beli sebelumnya 1500 yen di toko ini. Lalu saya jual kembali di toko yang sama sebesar 1200 yen. Mungkin karena mainannya bermerk jadi harga pun ga terlalu jauh.

Treasure Factory

Thrift store yang satu ini pun terbilang mudah untuk dicoba. Sewaktu masa kepulangan ke Indonesia semakin dekat, saya kebingungan menjual meja, kursi dan lemari. Saya juga tidak mempunyai kendaraan, sehingga saya coba fasilitas Business Purchase. Bedanya dengan 2ndstreet terletak di penambahan keterangan secara mendetail mengenai harga yang kita tawarkan. Kita tinggal mengisi form usulan kapan pihak toko bisa mengambil barang. Biasanya tiga hari sebelum hari-H karena pihak toko mempertimbangkan ketersediaan SDM mereka untuk menjemput barang. Jangan lupa cantumkan juga tipe dan model barang kita.

Pada hari kedatangan, maka pihak toko akan dengan ligat meneliti barang yang hendak kita tawarkan. Tidak lupa ada penandatanganan surat pernyataan bahwa barang yang sudah di toko tidak bisa diambil lagi. Setelah selesai, barang akan diangkut tanpa ada biaya sepeserpun. Hati tenang dan badan pun tidak capai. Plus kita juga tak perlu menghidangkan makanan, minuman dan rokok haha….

Penting untuk diingat bahwa website ini hanya ada dalam versi bahasa Jepang. Cobalah buka dengan Google Chrome yang sudah terinstall plugin Google Terjemahan. Telitilah setiap tahapan yang diperlukan dalam menjual barang kita. Kadangkala toko akan menolak barang yang kita tawarkan. Biasanya karena rendahnya peminat atau ruangan toko sudah tidak muat.

Mercari

Situs ini termasuk situs jual beli barang yang eksklusif. Hanya akun yang sudah terverifikasi saja yang bisa membeli atau menjual barang. Syaratnya kita harus mengupload KTP Jepang dan juga mengisi beberapa pertanyaan standar soal jual beli. Setelah upload KTP maka kita harus menunggu paling lama 1 minggu.

Saya tidak menjual barang disini karena banyak sekali saingannya jika menginginkan terjual cepat. Teman saya bahkan membeli lensa kamera dengan harga sangat murah tapi bagus kualitasnya. Selain itu, Mercari menggantungkan transaksi atas dasar saling percaya (mirip kaskus ya tapi tampilannya mirip OLX). Saya berhasil menawar barang karena memakai bahasa Jepang (pakai bantuan Google) sehingga responnya pun cepat.

Yahoo Auction

Siapa yang tak kenal Yahoo? Biasanya orang langsung mengingat akun email. Padahal Yahoo juga menyediakan fasilitas lelang secara online. Kita bisa bid maupun menjual dengan cara lelang di platform ini. Satu hal saja tentang situs yang satu ini. Bagi penjual, banyak-banyaklah bersabar dan terus memposting tawaran. Soalnya ada ribuan orang yang bisa menawarkan barangnya di pasar lelang dalam satu hari. Begitupun jika kita ingin membeli. Maka kita harus lincah melihat jam-jam terakhir penutupan lelang untuk barang yang kita targetkan. Selisih satu menit saja barang tersebut dimenangkan orang lain atau dilelang ulang dalam beberapa jam. Saya juga membuat postingan lelang di sini namun tidak ada respon sama sekali.

Osaka Craiglist

Sebelum pada akhirnya barang saya terjual di FJB, postingan iklan pertama saya di situs ini. Cukup dengan membuat akun saja lantas posting iklan, hanya selang satu jam sudah ada yang menawar. Sayangnya, orang yang menawar iklan yang saya posting di situs ini tinggal di Himeji. Letaknya sekitar satu jam perjalanan dari Kobe. Namun, saat saya memposting iklan di situs ini, hanya satu di pikiran. Minimal saya pernah tahu caranya beriklan di situs tersebut. Ternyata cek ombaknya lumayan kencang juga.

Ternyata pulang kampung dari Jepang tak seribet yang dikatakan orang-orang kok. Kita hanya tinggal Googling saja dan semua nama toko thrift store terdekat pasti ketemu. Mulai dari sekarang, yuk kita kurang-kurangi membuang barang yang masih layak pakai. Daripada dibuang menjadi sampah, mending dihibahkan atau dijual ke toko barang bekas. Selain menjaga lingkungan, kita pun bisa mendapat tambahan cuan.

Comments

Translate ยป
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: