ASN Profesi yang Sarat Tanggung Jawab. Beneran?

ASN Profesi yang Sarat Tanggung Jawab. Beneran?

Hola, Sobat. Apa yang kalian pikirkan saat mendengar kata Aparatur Sipil Negara (ASN) alias pegawai negeri? Mari bandingkan prasangka mana yang paling banyak, positif atau negatif? Berhubung saya pernah beberapa kali bertemu dengan berbagai latar, maka saya tidak menutup mata dan telinga untuk semua prasangka. Nyatanya, apa yang mungkin sobat tanyakan dan prasangkai itu bisa jadi benar sekaligus salah. Jadi, mari lepaskan dulu profesi ini dari bawaan karakter orangnya. Pada dasarnya, ASN adalah profesi yang sarat tanggung jawab.

Gaji Terukur, Jam Kerja Teratur

Apa yang paling diunggulkan dari seorang ASN? Tentu saja keterjaminan gaji yang setiap bulan pasti dibayarkan. Tanpa harus melihat ASN di bawah Kementrian atau institusi apa, gaji untuk semua ASN pasti akan dibayarkan pada tanggal yang sama yaitu awal bulan. Bagaimana dengan pendapatan lainnya? Terdapat komponen lain yang biasanya akan berbeda antar instansi dan bisa jadi inilah yang membedakan pendapatan seorang ASN secara keseluruhan.

Dari segi jam kerja, ASN mempunyai jam kerja yang teratur dan pasti. Bahkan, di waktu-waktu tertentu saat kerjaan sangat bertumpuk, seorang ASN harus selalu merelakan akhir pekannya untuk lembur di kantor. Bonus lembur? Tentu saja jangan bandingkan dengan perusahaan swasta ya.

Menjadi ASN Sarat Tanggung Jawab

Sobat mungkin pernah mempunyai pikiran ini, “Enak banget jadi ASN. Masuk siang, istirahat pulang, kerja ga ngapa-ngapain, baju seragam, tiap dicari orangnya ga ada.” Eh iya loh ada juga ASN yang seperti ini, tapi ga seluruhnya juga seperti itu. Dari sekian juta ASN di seluruh Indonesia, pasti ada juga ASN yang mengemban tanggung jawabnya dengan totalitas tinggi.

Sebagai ASN, saya juga pernah ketemu dengan ASN seperti di atas, namun itu menjadi contoh yang tidak baik untuk dicontoh. Saya jadi bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang sedang mempunyai kebutuhan tapi malah dipimpong kesana kemari. Karena itu, sebisa mungkin saya bisa menjalankan amanah ASN saya seoptimal mungkin.

Nah, bagaimana menurut sobat, semoga sudah ga julid lagi ya dengan ASN.

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s