Memupuk Bahagia dan Merawat Kesedihan

Saya bisa sangat berbahagia saat mendapatkan diskon belanja, sekaligus sedih dalam waktu bersamaan? Kok bisa seabsurd itu? Jangan kaget sobat. Bahagia dan sedih memang tipis perbedaanya. Hanya dibutuhkan waktu sepersekian detik sebelum akhirnya kebahagiaan berubah menjadi kesedihan. Karena itu, tulisan kali ini akan sedikit mengulas pandanganku tentang dua emosi tadi. Bagaimana caranya memupuk kebahagiaan dan merawat kesedihan?

Memupuk Bahagia dan Merawat Kesedihan-catatansicikal.com
sumber: canva

Endorfin Si Hormon Bahagia dan Sedih

Allah sungguh pencipta yang sempurna. Bahkan untuk urusan emosi, manusia sudah dilengkapi dengan beragam jenis hormon. Salah satunya bernama Endorfin. Hormon ini bisa menenangkan pemilik tubuh dengan meredakan rasa sakit dan mengurangi depresi. Saat kita melakukan aktivitas aktif, biasanya hormon ini pun akan berlimpah. Misalnya berolahraga, makan, minum, kehidupan suami istri, dsb.

Berbeda dengan kondisi saat kita dilanda kesedihan. Maka jumlah endorfin dalam tubuh berkurang. Saat terluka, misalnya maka kita cenderung merasakan sakit. Biasanya orang yang mengalami kekurangan endorfin juga akan murung, gelisah, sedih dan depresi. Tentu, berlimpah tidaknya hormon ini saling berkaitan dengan bagaimana kita membuatnya tetap terjaga dengan baik.

Memupuk Bahagia Itu Mudah

Setelah tahu darimana asalnya perasaan bahagia, maka gampang sekali untuk membuat kebahagiaan. Saya mengistilahkannya dengan kata ‘memupuk’. Jika kita mengibaratkan bahagia sebagai tanaman maka memupuk tanaman adalah hal yang dibutuhkan agar cepat tumbuh besar dan menghasilkan buah yang baik. Begitu juga dengan perasaan bahagia. Kita hanya perlu menghadirkannya lalu mengkondisikan perasaan itu.

Saat tubuh terasa lemas, maka yang terbaik adalah melakukan gerakan aktif. Contohnya, Berjalan-jalan sebentar melihat hijaunya dedaunan, menonton film, berolahraga atau hanya sekedar memotret sesuatu. Kesemua aktivitas itu sangatlah mudah untuk dilakukan.

Merawat Kesedihan

Kesedihan kok dirawat? Betul loh. Tanpa rasa sedih, maka seseorang akan kehilangan rasa empatinya. Pernah menonton Film Inside Out kan? Nah, rupanya emosi kesedihan juga bagian yang menyeimbangkan jiwa seseorang. Kita bisa merasakan rasa terharu saat mengingat ha-hal yang terlewat, orang-orang terdekat yang sudah berpulang, atau kegagalan sewaktu ujian. Begitu juga dengan momen menyedihkan yang mungkin ingin dilupakan tapi juga mesti dipergunakan sebaik mungkin.

Merawat kesedihan juga berarti menjaga kesedihan agar selalu dalam batas sewajarnya. Dengan begitu, kita manfaatkan kesedihan tersebut sebagai penjaga terbaik agar kita tidak melewati batas kemampuan. Misal, saat kita mempunyai rasa sedih saat ditinggal orang tecinta, maka kita pun akan selalu menjaga diri agar perilaku kita tidak membuat orang-orang terdekat kita terluka.

Ini sedikit dari pemahamanku mengenai sedih dan bahagia. Sebenarnya masih banyak hal menarik tentang emosi ini. Kita bahas lagi di lain waktu.

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s