• Kopdar Asyik Bersama Komunitas PBM

    Akhir pekan lalu, ada sebuah event yang memberikan banyak sekali hikmah. Event tersebut diadakan oleh komunitas yang saya ikuti baru-baru ini, namanya Komunitas Perempuan BPS Menulis (PBM), bertempat di Kedai Kopi Dome, Cihapi, Bandung. Kata perempuan yang terselip bukan berarti bias gender ya, tapi lebih sebagai wadah para perempuan di institusi Badan Pusat Statistik seluruh Indonesia yang punya minat dalam bidang penulisan. Dalam pembukaannya, Mb Nurin selaku founder PBM menyampaikan hal ihwal terbentuknya PBM dan memperkenalkan para panitia sekaligus co-founder PBM selama ini. Bagi saya yang baru kembali menginjak tanah parahiyangan dengan leluasa karena adanya tugas belajar, maka kesempatan kopdar PBM tentu tak akan saya lewatkan. Selain karena ingin menjelajah…

  • Mudik Nyaman ke Sukabumi

    Saya orang yang ga terlalu suka mudik ke Sukabumi. Kenapa? Karena jalur menuju kampung halaman saya hanya mempunyai satu jalan utama dan tol bocimi yg masih belum maksimal beroperasi. Setiap harinya selalu penuh dengan kendaraan mulai dari mobil pribadi, bus, motor, sampai truk tronton yang membuat jalan padat dan sesak. Belum lagi kemacetan yang disebabkan angkot saat ngetem di depan pabrik garmen atau elektronik yang memang menjamur sepanjang jalan ke Sukabumi. Selama ini saya selalu memakai jasa angkot express (Baca:Super Ngepot) L300 atau lebih dikenal kol mini. Kendaraan satu ini sangat membantu sekali, namun semakin ke sini saya semakin ga terlalu nyaman naik kendaraan berdesakan dengan laju gila-gilaan. Maunya duduk…

  • Mendefinisikan Cinta Ala Jane Austen

    Berbeda dari postingan sebelumnya, kali ini saya mau berbagi sedikit tentang penulis terkeren versi saya. Namanya Jane Austin. Ada yang tahu siapa dia? Sejujurnya, referensi saya untuk penulis novel luar masih sangat terbatas. Saya sendiri tahu Jane Austen karena novelnya yang difilmkan, Pride and Prejudice. Bermula dari film, akhirnya saya mulai menjelajah karya Jane Austen lainnya. Dan WOW! Karyanya menurut saya sangatlah apik. Bahasanya lugas, mengangkat isu sosial namun sangat elegan, dan yang paling penting romantis sampai bikin tersipu-sipu namun ga lebay. Adonan pas dari sebuah novel. Novel lainnya yang diangkat ke layar lebar adalah Northhanger Abbey. Namun jujur, saya masih lebih suka dengan Pride dan Prejudice. Selain lebih romantis,…