Japan

Wisata Kulier Halal di Fukuoka

  Jalan-jalan di Jepang memang menyenangkan tapi kalau soal makanan..hmmm ini yang mesti kita perhatikan. Di negara sendiri saja kita kadang masih was was kalau soal makanan atau minuman kalau ga berlabel halal. Apalagi untuk negara yang bukan mayoritas muslim, tentu harus kita sendiri yang peduli soal halal ga halalnya apa-apa yang masuk ke perut kita. Kan sering dibilang kalau ada sedikit saja makanan atau minuman yang tidak halal masuk ke dalam perut kita maka doa kita ga bakal diterima selama 40 hari. Tapi disini aku ga bakal bahas soal satu ini, bukan ahlinya juga.

halal-logo

Source: Google

Setidaknya kita bisa memagari diri dari hal-hal yang sudah jelas dilarang dalam Al Quran. Soal makanan dan minuman misalnya, jangan sampai ada bahan yang haram ataupun syubhat. Makanya selama di Jepang, aku belajar untuk bisa membaca kanji sama adikku. Sekalipun memasak menjadi pilihan utama untuk hemat dan bebas dari hal yang haram tadi, kita tidak akan bisa juga lepas begitu saja dari bumbu makanan ataupun jajanan yang memang harus atau tertarik kita beli. Untungnya di Jepang, penulisan komposisi termasuk mendetail. Selain itu, kita juga bisa mencari tempat makanan halal baik atas rekomendasi teman maupun search engine, biasanya mbah google jadi andalan.

Ketika di Shimonoseki misalnya, paling aman memang makan ikan namun kita juga harus pastikan soiyu (semacam kecap asin) yang dihidangkan bersama makanan turunan sake apa bukan. Bisa dengan bertanya maupun melihat komposisinya.Silahkan bertanya dengan sopan dengan pelayannya mereka pasti menjelaskan dengan ramah kok. Kecuali kitanya memang rese bin riweuh bin cerewet minta ampun, semua orang pasti juga sueebeel kan. Ingat, kita mencerminkan apa yang kita bawa. Jika kamu muslim dengan pakaian muslimmu pastinya menunjukkan seberapa baiknya ajaran islam menuntun prilaku dalam keseharianmu. Jadi ingat kata-kata Hanum Rais dalam 99 cahaya di Langit Eropa. Di manapun kita berada, kita harus jadi agen muslim dan muslimah terbaik. Lisan adalah cermin dari pikiran dan pikiran adalah cermin dari iman.

 

Nah…dengan bekal ilmu nerawang, googling dan yakin tadi selama jalan di Jepang jangan sampai melewatkan makanan khasnya seperti Takoyaki, taiyaki, sushi dan maaaasih banyak lagi. Karena sayang coy udah jauh ga nyobain langsung dari sumbernya. Dengan catatan kalau jalan-jalan ke luar jangan dikonversi ke rupiah yaaah…biar ga kaget. Apa saja sih jajanan yang bisa dimakan tanpa khawatir kehalalannya?

1. Taiyaki

taiyaki.png

Makanan khas Jepang ini rasanya manis, karena di dalamnya ada isi kacang merah. Pilihan lainnya adalah kacang putih atau kacang merah yang sudah dikupas. Luarnya lembut, tidak kering, hampir mirip martabak atau pancake yang ga terlalu basah sih. Untuk jajanan disana termasuk murah hanya dengan 160 yen. Aku dan adikku beli ini waktu main di Tobata. Ada kios kecil yang jual Taiyaki khas ini dan lebih murah dan enak kalau dibandingkan beli di Hakata.

2. Takoyaki

20160925_125810.jpg

jajanan satu ini paling khas dengan isi tako atau daging guritanya. Beberapa penjual bahkan sudah memvariasikan dengan isi lainnya. Jika jajan takoyaki kita hanya perlu mempertanyakan sausnya. Karena biasanya di Jepang saus takoyaki yang dipisah merupakan soiyu yang menjadi turunan dari sake. Tapi jika orangnya berkerudung si penjualnya paham kalau kita muslim dan sausnya pasti ditanya dulu. Mau diambil atau tidak.

3. Sushi

 

Sushi ini gabungan dari nasi, nori dan isi yang biasanya ikan mentah atau yang setengah matang. Ada juga sushi dengan taburan telur ikan mentah di atasnya. Jangan khawatir, meski mentah semuanya tidak berbau amis. Ketika makan sushi biasanya orang Jepang suka dibarengi sama soiyu sake dan wasabi. Setiap daerah mempunyai sushi andalan. Aku dan keluarga mengunjungi salah satu tempat sushi bernama Sushiro, mirip sushitei di Indonesia. Ada mesin pemesannya juga loh disini. Setiap pesanan siap akan ada musiknya dan tiap meja punya bendera dengan warna berbeda. Nanti pesanan datang di piring sesuai benderanya masing-masing. Kebetulan sedang promo, kami hanya merogoh saku sekitar 90 yen per piringnya. Yang paling enak di Sushiro adalah sushi salmon with cheese. Hmmm…Yummy.

 

4. Udon

20160926_144404

Tampilannya emang ga meyakinkan, rasanya juga kalah dengan mie instan Indonesia yang suka kita makan sehari-hari. Lebih ke manis dan dingin. Ukuran mie relatif besar dan terbuat dari tepung terigu. Aku sih ga terlalu suka, tapi bisa kalian cicip. O iya…di Jepang mending milih Udon atau Soba daripada Ramen karena semua ramen di Jepang hampir selalu ada daging babinya. Kecuali di beberapa tempat di Tokyo misalnya terdapat tempat Ramen yang halal.

5. Gorengan

dsc02742

Aku beli ini waktu di Mojiko Retro. Ada swalayan yang di dalamnya terdapat orang yang jual gorengan. Banyak macamnya, mulai dari kani atau kepiting, ikan buntal, gurita, dll yang serba ikan. Teksturnya kenyal agak renyah khas tepung sana. Secara bentuk hampir mirip dengan bakwan versi halusnya. Kalau waktu sudah sore biasanya dapat murah. 1000 yen dapat 5 buah.

Dari Tobata kita bisa naik kereta ke Hakozaki, disana malah ada supermarket halal dan banyak bertebaran resto halal yang kebanyakan dibangun oleh orang Pakistan dan Bangladesh. Dan Jangan lupa untuk shalat di Mesjid Hakozaki ya…

 

Nama mesjidnya Al Nour Islamic Culture Center (Fukuoka Mosque). Muslim disini lumayan banyak loh.

Nah sudah tau kan…jangan lupa explore ya karena masih banyak yang belum sempat dicicip. Dont forget to read basmalah, have a nice trip ^_^.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s