Review

Let’s Read, SERUNYA MENDONGENG DALAM GENGGAMAN

Mari kita pergi ke beberapa tahun silam dimana kita masih anak kecil. Adakah yang begitu betah duduk berlama-lama sambil membaca buku? Kalau iya. Selamat! Artinya kalian merupakan orang yang luar biasa, karena pada umumnya orang sangat kesulitan untuk fokus dan memberikan perhatian penuh saat melihat tulisan baris per baris dalam sebuah bacaan.

daughter-read-the-book-2/” target=”_blank” rel=”<a href=’https://www.freepik.com/photos/book’>Book photo created by pvproductions – http://www.freepik.com

Dalam jurnal Advance Physical Education, sebuah artikel yang ditulis oleh Neil A. Bradbury menyatakan bahwa waktu terlama seseorang untuk memberikan perhatian pada sesuatu seperti pengajaran di kelas ataupun membaca literatur hanya sekitar 15 menit saja. Jika sudah melebihi jangka waktu tersebut, otak sudah tidak akan mampu lagi menangkap gambaran utuh dan mulai mencari hal lain. Hal ini juga berlaku pada anak-anak yang notabene masih mempunyai kekuatan jasmani yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Padahal, membaca adalah salah satu aspek pembentuk karakter dan pola pikir. Hal ini tentu akan lebih baik jika kegiatan membaca bisa dilakukan sedini mungkin.

Ini pula yang menjadi salah satu kegiatan rutin yang biasanya ibu saya lakukan saat saya masih kecil. Kegaiatan membaca nyaring menjadi rutinitas sebelum tidur, entah itu ibu saya yang mendongeng atau saya dan adik saya yang mengambil buku lalu mendongengkannya kembali. Dongeng yang diambil sangat variatif, bisa berasal dari cerita luar negeri maupun daerah sendiri. Salah satu yang paling membekas di ingatan adalah dongeng yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu Sangkuriang. Pada waktu itu biasanya ibu saya membawakan cerita sambil mengubah intonasi dan suaranya, sehingga penggambaran mengenai cerita tersebut sangat tervisualisasikan dengan sangat baik dalam benak saya waktu itu.

Rupanya, hal tersebut sangat memengaruhi alam bawah sadar anak. Dalam buku berjudul Psikosastra yang ditulis oleh Henry G. Tarigan disebutkan bahwa kemampuan seseorang, baik itu guru maupun orang tua, dalam membawakan cerita sangat memengaruhi tersampaikannya makna dan isi cerita tersebut pada anak. Jika dipikir-pikir, apa yang ibu saya lakukan dahulu mungkin terlihat menggelikan dengan gaya, suara, mimik wajah dan peniruan yang menurut usia saya sekarang terlalu berlebihan. Akan tetapi, pada usia anak-anak justru hal tersebut sangat menyenangkan dan bahkan lebih seru dibandingkan dengan menonton TV.

Manfaat Membaca Nyaring?

Tentu saja banyak. Seperti penjelasan sebelumnya, visualisasi anak akan terlatih dengan adanya kegiatan ini. Selain itu ada beberapa poin penting lainnya jika kegiatan ini rutin dilakukan oleh para ibu.

  1. Memperkuat Ikatan Ibu dan Anak

Bagi anak, kehadiran orang tua terutama ibu merupakan segalanya. Dengan adanya kegiatan mendongeng dengan membaca nyaring bisa memperkuat ikatan antara ibu dan anak. Ibu bisa memperhatikan lebih baik tumbuh kembang anak dalam hal motorik, verbal maupun kinestetik. Pembawaan ibu dalam mendongeng bisa menjadi inspirasi anak di kemudian hari karena ia telah diberikan stimulasi alam bawah sadar mengenai rasa percaya diri dari ibunya.

  1. Melatih Daya Ingat dan Kreatifitas Anak

Cerita yang dikemas sedemikian rupa dalam olah kata dan gerak dari orang tua, ataupun intonasi saat membaca cerita bergambar, secara lambat laun akan diserap oleh anak sebagai informasi. Contohnya, saat ibu atau ayah membaca nyaring dari cerita dongeng raja hutan, karakter hewan tersebut akan ikut terbawa ke dunia nyata. Anak juga mudah mengenali suara-suara hewan tersebut.

  1. Mengenalkan Budaya dan Bahasa pada Anak

Hal ini sangat penting dalam kehidupan tumbuh kembang anak hingga menjadi dewasa. Sejak dini, anak bisa terlaltih untuk mengetahui beragam bahasa dan budaya yang yang ia temukan dalam kehidupan jika para orang tua sering membawakan cerita dari berbagai macam daerah dengan beragam bahasa. Ini juga dapat melatih karakter dan sikap toleransi anak sejak dini.

  1. Melatih kepribadian anak

Seperti yang diketahui, dalam dongeng selalu ada karakter yang berlawanan. Baik dan jahat, ramah dan sombong, peduli dan apatis. Semuanya menjadi titik tolak anak dalam memahami mana sifat dan sikap yang mesti diterapkan dalam keseharian. Bukan tidak mungkin hal ini juga menjadi pembentuk karakter manusia yang terbaik saat dewasa kelak.

Sayangnya, kegiatan membaca nyaring ini bukan tanpa halangan. Ada beberapa aspek yang menjadi kendala para ibu saat ingin melakukan kegiatan membaca nyaring untuk buah hati mereka. Contohnya saja, kurangnya sumber bacaan, harga buku anak sangat mahal dan anak akan cepat sekali bosan, waktu yang tidak fleksibel, menambah buku hanya akan mempersempit ruang gerak, tidak ada waktu untuk pergi ke toko buku, dan juga adanya kendala dari anak yang gampang sekali bosan dengan bacaan berwarna hitam putih.

Oleh karena itu, kehadiran sumber bacaan yang simple, praktis dan ekonomis akan sangat diperlukan sebagai penunjang para ibu dalam mengisi kegiatan harian bersama buah hati. Maka dari itu, ketika saya mengetahui ada sebuah aplikasi bernama Let’s Read, saya penasaran. Setelah saya buka dari websitenya, Let’s Read menawarkan kegiatan membaca yang menyenangkan untuk anak maupun orang tua.

Kita bisa dengan mudah mencari beragam bacaan anak dengan berbagai genre mulai dari petualangan, berpikir kritis, sains dan masih banyak lagi. Orang tua tidak perlu lagi pusing memikirkan budget buku karena cukup dengan mengunduh aplikasi Let’s Read, para ibu bisa leluasa mendapatkan cerita anak. Tidak ada lagi keluhan untuk ruangan sempit maupun anak yang cepat bosan dan melempar bukunya begitu saja.

Dalam aplikasi tersebut, para ibu dimanjakan dengan adanya pilihan bahasa yang diinginkan. Jadi, selain genrenya yang beragam, ibu juga bisa mengenalkan budaya dari daerah atau negara lain. Bahkan anak bisa diajari membaca nyaring dengan bahasa daerah masing-masing, seperti bahasa Sunda, Jawa, Batak, dan lainnya.

Jadi, tidak butuh waktu lama bagi para ibu dalam mencari sumber bacaan ketika si kecil sudah meminta kegiatan bercerita. Tambahan lagi, Let’s Read memanjakan mata kita dengan cerita bergambar yang berwarna. Sangat menyenangkan bukan, apalagi untuk anak-anak yang sedang dalam tahap mengenal warna.

Bagaimana Cara Mendapatkan Aplikasi Let’s Read?

Bagi pengguna smartphone berbasis android, cukup dengan membuka playstore DI SINI dan ketik Let’s Read di mesin pencari. Nantinya akan muncul seperti di bawah ini. Setelah itu langsung install.

Hal ini berlaku juga untuk pengguna Apple. Cukup mencari aplikasi ini di AppStore kesayangan dan menginstallnya. Sangat mudah, tidak ribet, dan tidak makan waktu. Kegiatan bercerita bersama si kecil pun akan semakin menyenangkan dengan lebih dari ratusan cerita dalam satu aplikasi. So, tunggu apa lagi. Unduh dan mulai berpetualang bersama si kecil dari satu cerita ke cerita lainnya.

Categories: Review

Tagged as: , ,

17 replies »

  1. Menarik artikelnya. Aplikasi Let’s Read menjadi alternatif bagi yang kesulitan mencari buku fisiknya. Tentunya bagus untuk melatih kecerdasan anak karena sejak kecil dibiasakan membaca atau mendengar hal yang bermanfaat

    • Terima kasih sudah mampir. Setuju kak, apalagi saat anak dalam masa golden age. Harus distimulasi dengan asupan informasi yang baik

  2. Menarik artikelnya. Aplikasi Let’s Read menjadi alternatif bagi yang kesulitan mencari buku fisiknya. Tentunya bagus untuk melatih kecerdasan anak karena sejak kecil dibiasakan membaca atau mendengar hal yang bermanfaat

  3. Wah benar sekali manfaat membaca banyak sekali jika dibandingkan dengan menonton televisi. Tapi sayang anak lebih suka menonton televisi dibandingkan membaca. Nah dengan hadirnya aplikasi let’s read ini maka akan memudahkan orang tua untuk menumbuhkan minat baca anak

  4. Waktu masih kecil saya juga hobi baca buku bergambar. Di rumah ada banyak bacaan jadi suka banget membaca. Memang kebiasaan membaca itu harua ditumbuhkan dari kecil. Wah, terima kasih informasi tentang Let’s Read bisa untuk sarana membaca juga.

  5. Tos kak, saya juga unduh Let’s Read untuk membacakan dongeng si kecil, pilihannya banyak, cerita dan gambarnya sangat menarik 🙂

  6. Anak-anak zaman sekarang susah diajari membaca buku. Bawaannya pegang gawai melulu. Sepertinya aplikasi Let’s Read bisa jadi jawaban. Apalagi kisah-kisahnya diberi gambar menarik.

  7. saya pernah baca tentang aplikasi ini mba, bagus isi-isinya cocok buat anak2 deh, bisa saya rekomendasiin ke saudara saya yang punya anak kecil

  8. Wah saya jadi pingin coba setelah baca tuliannya, apalagi fotonya juga menarik, kelihatan kalau beberapa cerita dan gambarnya sangat mendukung bukunya

  9. Saya kadang mendongeng sebelum tidur untuk anak. Dongengnya asal dan spontan, bercerulita tentang kucing kami dengan narasi lucu dan kadang memancing anak untuk belajar logika.
    Tapi itu jika saya tidak sedang sibuk dengan kerjaan sebagai admin Indonesia Saling Follow, jadi lebih leluasa mengajak anak berimajinasi.
    Di rumah ada buku, tapi saya terlalu lelah untuk mendongeng dengan kalimat panjang, dan anak lebih suka melihat ilustrasi.
    Let’s Read bisa sebagai alternatif bacaan karena bisa bebas pilih cerita bersama.

  10. Mendongeng memang memberi rasa bahagia kepada anak. Imajinasinya berkembang membayangkan setiap ucapan yang dilayangkan oleh pendongeng. Apalagi emaknya sendiri yang mendongeng, lebih krasa banget itu menjadi sebuah memori di otak. Thank udah mengenalkan aplikasi ini, semoga menginspirasi selalu 😀

  11. Saya suka banget didongengin orang tua waktu kecil , dampaknya saya lebih cepat bisa belajar membaca. Kalau zaman now kegiatan mendongeng jadi lebih asyik ya karena ada aplikasi nya keren deh

Leave a Reply to Sulis Cancel reply