#29: Kenapa Perempuan Harus Berpendidikan?

Oke, agak sedikit out of topik dari lebaran. Sebenarnya tulisan ini saya dedikasikan untuk orang-orang yang dulu dan mungkin saat ini masih kerap bertanya. Kenapa sih kamu harus sekolah tinggi-tinggi? Apa yang kamu incar? Harta, jabatan, popularitas, ataukah pengakuan?

Memang ada pertanyaan seperti itu? Hm ada kok, tergantung seberapa variatifnya lingkunganmu. Kadang kita berada di lingkungan yang sangat homogen sampai saat ada yang berbeda sedikit saja akan menimbulkan percikan pertanyaan. Kadang juga berada dalam lingkungan heterogen yang karakter dan pengalaman orangnya beragam sampai pertanyaan yang biasanya berputar di lingkungan homogen hanyalah angin lalu.

Saya pernah di dalam kedua lingkungan tersebut. Terlepas dari besar atau kecilnya lingkaran pertemananmu, apa yang membuatnya berarti adalah nilai dan pandangan yang bisa saling kamu serap dan bagikan.

Bagi saya, pertanyaan “kenapa harus sekolah tinggi” saja sudah aneh. Kenapa harus menanyakan alasan untuk sesuatu yang positif. Apalagi jika akhirnya option alasan itu seperti yang di awal tulisan ini. Dalam undang-undang pun pendidikan adalah hak bukan? Setiap orang berhak mendapatkan pengajaran dan pendidikan terbaik. Bahkan dalam agama Islam sendiri, belajar adalah fardu ‘ain. Setiap orang harus belajar. Kenapa saat Al Quran diturunkan ayat pertama nya adalah “Iqra” membaca. Karena Allah ingin kita, manusia mendapatkan pengetahuan darinya. Sekolah adalah jalan untuk mendapatkan pengetahuan itu.

Lalu kata wanita. Terlalu banyak seksisme dalam pertanyaan seperti ini. Mungkin Kartini akan menangis kalau mendengar masih ada yang mempertanyakan kenapa wanita harus maju dan berpendidikan tinggi. Mungkin Aisyah r.a juga akan tersiksa saat kapabilitasnya yang cerdas dalam menghafal ratusan hadits tidak dimanfaatkan untuk umat.

Padahal, jauh sebelum penelitian ilmiah menggaungkan tentang human development dan human capital sebagai jalan perwujudan Sustainable Developmen Goals (SDGs), yang menitikberatkan bahwa pendidikan pada wanita mempunyai pengaruh yang berlipat ganda, Agama Islam sudah mengajarkan bahwa wanita adalah madrasah pertama anak-anaknya. Karena itulah ia harus cerdas dan pintar.

Kalau ibunya cerdas dan pintar, pembentukan karakter anak pun akan baik. Ibu akan mengenalkan dunia dari berbagai sisi, teoretical thinking nya bagus, wawasannya luas, pola pikirnya akan lebih fleksibel, dan yang paling penting ia menjadi manager terbaik dalam keluarga. Tentu hal ini tetap dibarengi dengan pendidikan akhlak yang baik. Bagaimanapun cerdasnya seorang wanita, akan selalu memberikan keseimbangan bagi partnernya, yaitu suami. Sehingga, kelak saat anak tersebut dewasa dan menjadi orang tua, ia tak akan mewariskan pertanyaan seperti itu lagi.

Belum lagi dilihat kontribusinya secara ekonomi. Sekarang ini banyak kan lapangan pekerjaan yang membutuhkan spesifikasi pendidikan. Kenapa harus ada ijazah? Karena dari situlah perusahaan yang merekrutmu mengerti hal dasar apa yang mestinya sudah kamu kuasai dan bisa perusahaan manfaatkan sesuai dengan jenjang pendidikan yang diselesaikan. Jadi, pendidikan adalah salah satu jalan mengurangi pengangguran.

Masih tak setuju karena banyak wanita berpendidikan tinggi malah cenderung arogan? Hm, see. Mari perluas lagi pertemanan. Sebagai manusia, tentu karakter dan watak juga berpengaruh. Maka dari itu, sebagai manusia yang berpendidikan, maka akhlak adalah hal dasar sebelum ilmu. Adanya keluhan seperti ini menandakan bahwa memang ada kejadian seperti itu, tapi juga harus diingat, masih banyak juga wanita berpendidikan tinggi dan berakhlak baik. Tapi lagi-lagi kita balik ke pernyataan sebelumnya. Mari hapus seksisme ini. Baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kapabilitas dan peluang yang sama untuk bertindak tidak sejalan dengan atributnya. Semua dikembalikan lagi pada hakikat manusia yang penuh khilaf dan lupa. Nah, semoga kita ga jadi bagian dari orang khilaf dan lupa itu ya teman.

Jadi, daripada ngurusin kenapa kamu, yuk mulai bertanya dengan “Kenapa Saya…..”.

Member of Blogger Perempuan, data collector, and a random traveler who love to snap beautiful pictures with the undeniable interest over books and movies

Leave a Reply