Pengalaman Naik Jetstar

Pernah ga merasa deg-degan, takut dan hal lainnya saat mencoba naik pesawat dengan maskapai yang belum pernah kita coba. Tahunya hanya dari internet atau obrolan antar kawan. Sejumlah pertanyaan bertubi-tubi muncul di kepala, mulai dari ukuran pesawat, fasilitas, sampai makanannya.

Untuk jarak Jambi-Jakarta saja biasanya aku melihat bargaining power yang dikasih suatu maskapai. Kalau harga kurang lebih sama, tapi yang satu dapat snack pasti aku milih maskapai plus snack tersebut hehehe…Apalagi untuk perjalanan sejauh Fukuoka-Jakarta. Dengan waktu perjalanan 7 jam belum ditambah transit. Tentu saja harus memperhitungkan semua hal yang kukhawatirkan tadi. Tepat sebelum hari dimana adikku akan memproses visa dia bertanya berkali-kali maskapai apa yang akan kupakai untuk pulang. Tentu saja, pasal pertama yang harus dipenuhi adalah yang muraaaaah ^______^.

Baca Juga: Cara Apply Visa Jepang untuk Pegawai

Ga cuma murah sebetulnya, tapi juga nyaman dan kalau bisa yang nyediain snack macam maskapai LCC ( Low Cost Carrier ) alias maskapai bertarif rendah domestik punya Indonesia yang kadang memberi snack gratis (maruuuuuuk detected).

Sebetulnya tiket pulang bisa diakali, tapi yaa…maklum pengalamanku masih seujung kuku soal visa-visa an. Jadi setelah search di sebuah agen online terkenal yang berwarna biru pakai logo mirip burung (hayooooo…ketebak ga?) akhirnya pilihan jatuh pada maskapai asal Singapura, Jetstar Airways.

Source: Google

Kok ga pakai burung biru? Maklum saat itu harganya sedang niak fantastis. Lagipula, yang punya kita kan bukan LCC jelas saja pasti pelayanan dan fasilitas akan berbeda. Price never lie !

Cek in

Waktu booking jadwal, seharusnya aku berangkat dari bandara Fukuoka pukul 10.30 waktu Jepang. Sampai di bandara pukul 09.45. Masih ganjil rasanya masuk ke tempat cek in di bandara Fukuoka yang letaknya terpusat di tengah. Beberapa tempat cek in disebar sesuai maskapai dan tujuan keberangkatan. Sempat salah masuk counter cek in nya Jetstar Airways tapi karena tujuannya bukan yang dimaksud akupun diarahkan ke tempat cek in satu lagi. Beda dengan bandara Soeta yang cek in berjejer sesuai maskapai apapun tempat tujuannya.

Pegawai Jetstar di fasilitas cek in sangat ramah, meski satu orang sebelum saya yang sepertinya berasal dari Vietnam lumayan lama mengeluarkan tiket yang harus ia bongkar dulu dari laptopnya dan sign in pakai wifi bandara. Adoooh…si neng ga persiapan bekal tiket dari rumahnya ternyata.

Akhirnya saat giliran tiba aku diterima dengan bahasa Inggris, walaupun mbaknya malu-malu untung masih bisa ngerti. Setelah lihat boarding pass agak terkejut juga ternyata waktu boarding pukul 10.05, akhirnya aku keluar dan salam-salaman sama adik dengan berat hati dan temannya dari Vietnam yang ga ikut pulang ke Indonesia.

Boarding Time

Jetstar tepat waktu banget. Waktu boarding pukul 10.05 membuat hatiku ga karuan karena antrian imigrasi yang mengular. Dan sampai pukul 10.04 posisiku masih belum berubah. Syukur sekali akhirnya satu loket pemeriksaan imigrasi dibuka, jadi tanpa ba bi bu aku langsung lari menuju yang terdepan.

Letak Gate yang lumayan jauh mengharuskanku berjalan dengan sedikit berlari. Tepat pukul 10.15 akhirnya tiba di Gate Jetstar yang sebelumnya sudah aku cocokkin antara tipe pesawat yang terpampang di papan berjalan Gate dengan boarding pass yang ku pegang. Dengan memakai bus pengantar jetstar, aku dan beberapa orang pun akhirnya turun tepat di depan peasawat jetstar ukuran kecil.

Interior

Namanya juga LCC ya harus puas dengan fasilitas seadanya. Cuma, sayang aku dapat pesawat yang ga ada monitor dan charger an. Ini penting loh karena perjalanan panjang dan di siang hari tentu saja akan sangat membosankan kalau tidur terus. Tapi apa daya, karena handphone tak bisa dicharge ya harus puas-puasin tidur. Jarak antar bangku hampir sama dengan LCC punya kita. Kedua bangku di sebelah kiriku kosong, lumayan enak sih jadi bisa tidur rada lapang.

Makan

Naaaah…ini satu hal yang ga kuperhitungkan waktu memesan kemarin. Jadi, ceritanya kalau Jetstar ini mirip pesawat ‘singa’ kita. Dia jualan di pesawat. Jadi, kalau mau beli makanan sesuai harapan harus memesan terlebih dulu saat booking pesawat. Menurut info adik sebelumnya sih makanan sudah beres, sudah dipesan yang halal. Tapi aku lupa untuk mengecek lagi kebenaran info yang kata ‘agen tiket online burung putih’ sudah beres itu. Jadi, sewaktu orang makan dan perut keroncongan banget (waktu itu pukul 11.00) akhirnya aku harus memuaskan diri dengan snack seadanya yang dibawa dari rumah. Bisa saja sih beli makanan, cuma harganya lumayan T___T.

Transit

Sewaktu memesan tiket sih transitku hanya satu kali. Fukuoka-Singapura lalu Singapura – Jakarta. Tapi, ternyata aku belok dulu ke Bangkok. Dan harus tergopoh-gopoh lagi menuju gerbang transit yang lumayan jauh. Bandara Suvarnabumhi antara Gate masuk dan transfer memang lumayan membuat capek meski ada travelator. Setelah menunggu satu jam, akhirnya kami berangkat dari Bangkok pukul 17.00 dan menunggu lagi perjalanan ke Singapura selama dua jam.

Tepat pukul 19.00 aku tiba di Changi Airport dan langsung memburu tempat loket transfer, karena aku masih asing dengan wilayah bandara Singapura yang digadang-gadang salah satu bandara canggih dan keren di wilayah Asia. Dari sekian banyak bule yang berkeliaran, ternyata pihak pegawai loket bisa mengenali ke Indonesiaanku, mungkin karena muka Indonesia banget dan pakai jilbab kali ya, tanpa nanya dia langsung bicara. ” Ada yang bisa dibantu?”. Sontak saja aku langsung merasa lega karena seharian ini lidah pegal pakai bahasa asing. Dan ternyata sebetulnya aku bisa saja langsung ke Gate kalau di boarding pass transit nya tertera, Gate C5. Dan itu sangat jauh.

Sambil jalan sempat terlihat tap water (air keran yang bisa diminum). Disini akan menjadi catatanku, siapkan uang yang bisa berlaku di tempat transit ataupun kartu yang bisa digesek di mana saja karena kita pasti butuh jajan. Kalau tidak…yaa ikutin caraku dengan mengisi botol pakai air keran yang bisa diminum dengan suhu sedingin freezer.

Ternyata, saat sudah dipanggil dan duduk di pesawat, terdapat gangguan teknis yang mengharuskan penumpang untuk berganti pesawat. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Daaaaaan…kami harus berjalan lagi menuju Gate C16 yang ternyata berlawanan arah dengan Gate C5. Hitung-hitung bakar lemak akupun langsung berjalan cepat. Alhamdulillah..pukul 22.00 kami berangkat dari Changi dan mendarat mulus di Soekarno Hatta pada pukul 23.00 WIB.

Pendaratannya memang tak semulus Thai Air waktu pertama berangkat, tapi perjalanan yang ditempuh seharian ini menjadi pelajaran bermakna sekaligus baru buatku. Bintang 3 deh untuk maskapai Jetstar, soalnya ada gangguan teknis ^^. Sorry….Overall i was satisfied.

Member of Blogger Perempuan, data collector, and a random traveler who love to snap beautiful pictures with the undeniable interest over books and movies

4 Comments

  • ceritariyanti

    ceritariyanti

    Waduuuh melelahkan sekali penerbangannya, mana transit dua kali lagi yaa… direct jepang ke indonesia aja lama apalagi pake belok ke bangkok dan singapore… tp tambah pengalaman yaaa… 🙂

    • Mira Febriana – Member of Blogger Perempuan, data collector, and a random traveler who love to snap beautiful pictures with the undeniable interest over books and movies

      mee

      Hehe.. Iya mb, lumayan banget plus kriuk2 krn cuma diisi snack

  • vietnam visa online

    Someone essentrially assist tо make critically posts Ӏ might state.
    That іs tɦe first tiume I frequented ʏοur website
    page and thus far? Ι surprised wіth the analysis ʏoᥙ maԁe to make thіs ⲣarticular submit
    amazing. Great task!

    • Mira Febriana – Member of Blogger Perempuan, data collector, and a random traveler who love to snap beautiful pictures with the undeniable interest over books and movies

Leave a Reply