Opini

Jangan Pernah Lupakan Mimpi

Happy Blogger Day!!!!

Telat sehari untuk mengucapkan semangat selalu buat para pecinta nulis dimanapun kalian berada. Saya baru ngeh kemarin adalah hari blogger karena memang saya sendiri bukan blogger profesional. Namun, semoga tak mengurangi rasa bahagia saya buat para penulis yang senantiasa menginspirasi dan mau meluangkan waktunya buat para pembaca khususnya saya sendiri yang suka sekali mencari info dan membaca.

By the way, dunia tulis menulis bagi saya sendiri seperti merajut. Penuh dengan ketekunan dan kesabaran. Bagaimana tidak, untuk menulis akan senantiasa dibutuhkan fokus yang tinggi baik dari tenaga, waktu dan pikiran. Bukan tidak mungkin sebetulnya bagi seseorang untuk menulis setiap hari. Namun, acapkali ada faktor-faktor lain mulai dari pekerjaan, kegiatan di luar rumah sampai rasa malas yang menerpa. Dari sekian alasan, mungkin rasa  malas menjadi musuh tersendiri bagi seorang penulis. Dan sampai detik ini, saya sendiri masih jauh dari sebutan penulis. Saya baru seseorang yang masih bisa disebut pengisi waktu luang dengan menulis. Sekalipun beralih dari notes ke notes, dari draft ke draft ataupun dari blog ke blog. Hehehe…wadah saya memang kadang meloncat-loncat. Karena itulah saya masih jauh dari kata seorang profesional. Karena menulis bagi saya adalah hobi, penyalur rasa penat dan pemercik kebahagiaan karena bisa merangkai kata demi kata yang mudah=mudahan bermanfaat bagi yang membacanya.

O iya…blog saya pun sudah banyak yang bongkar pasang. Dan di hari yang belum terlalu jauh dari harinya para Blogger, saya baru ngeh kalau blog lama saya yang passwordnya sudah ga tahu lagi, ternyata menyimpan tulisan yang ajaib. Bagaimana tidak, tulisannya sudah lama seperti mimpi yang saya gantung kemudian bisa saya capai di tahun ini.

Ini adalah salah satu tulisan yang saya buat di tahun 2015 di blog lama saya ruangtulisan.blogspot.co.id sebelum saya lupakan passwordnya (Hiks…hiks…)

Yang Diberi dan Yang Memotivasi

Sabtu, 31 Januari 2015

Yang Diberi dan Yang Memotivasi

Pada tau dengan gambar di atas kan? Yup itu semua gantungan kunci alias ganci. Saya sebetulnya bukan penyuka gantungan kunci sih, walaupun itu pernah juga jadi tren saya di sekolah dasar dulu. Satu tas dengan beberapa resleting yang penuh dengan gantungan kunci. Tapi, seiring waktu berjalan ternyata tren ganci ini mungkin saja sudah diganti dengan tren gadget. Haha…secara saya seringkali lihat anak SD sudah lihai pegang tablet atau smartphone. 

Ok. Kembali dengan ganci. Semua yang dipajang di atas itu adalah gantungan kunci oleh-oleh dari saudara dan teman saya yang kebetulan sedang jalan-jalan. Nah, karena belum ditakdirkan untuk bepergian, akhirnya orang-orang yang baik ini memberi saya ganci untuk memotivasi biar saya bisa nyusul mereka dalam berbuat baik (ngasih ganci juga hasil jalan-jalan -red). Karena memang sangat beda loh ternyata kalau cuma cerita jalan-jalan saja tanpa ada yang dibawa. Hiks hiks hiks…apa daya waktu tak terjamah. Saya cuma bisa lihat dari foto kawan dan saudar saya ini di medsos seperti instagram, path dan facebook.  But anyway, saya bersyukur banget karena mereka ga melupakan saya (secara apalah saya ini…hanya pembatas kertas buku loakan hahaha…). Ya, setidaknya ganci-ganci ini adalah bukti motivasi mereka untuk saya agar bisa mengejar mimpi seperti mereka. Aaargh…mari semangat biar bisa ngasih ganci juga ke orang lain. *Setidaknya ini pikiran saya sewaktu diberi ganci. Yup All, hatur nuhun pisan sudah emut sama saya 😀

Saya ga menyangka banget kalau akhirnya di Tahun ini saya bisa menjadi salah satu yang mencicipi rasanya ngasih gantungan kunci ke orang lain.
Mimpi itu memang jangan pernah dilupakan tapi dituliskan karena kita ga tahu kapan mimpi dan cita-cita itu akan terwujud. Allah lebih tahu rencana terbaik buat hambaNya.