Yuk Dukung Net Zero Emissions Dari Rumah!

Seperti yang umumnya kita ketahui, pepohonan bisa mengurai CO2 dan menghasilkan oksigen. Dengan banyaknya kebutuhan lahan pemukiman maupun pertanian, maka memperluas hutan adalah hal yang tidak mungkin. Memperbanyak pepohonan sebagai paru-paru dunia juga bukan satu-satunya cara. CO2 juga bisa dinetralisasi secara alami saat terserap ke dalam tanah dan bebatuan.

Hanya saja, dengan dengan aktivitas masif saat ini, jumlah yang dikeluarkan melebihi jumlah yang bisa diserap secara alamiah. Maka dari itu, beberapa ilmuwan sudah mencoba mencari solusi dengan membangun sebuah gudang yang dinamakan Carbon Capture Storage (CCS). Bagaimana cara kerjanya bisa dilihat di utas berikut ya.

Meskipun banyak negara sudah mulai mewujudkan komitmennya dalam Net Zero Emisi dengan bantuan CCS, namun CCS sendiri masih menyisakan polemik karena eksistensinya yang bisa dibilang ambigu.

Di satu sisi, CCS bisa membantu netralisasi CO2, di sisi lainnya CCS bukan mekanisme baru di dunia pertambangan. Teknik injeksi CO2 kerap digunakan perusahaan minyak untuk memproduksi lebih banyak minyak dari kilang yang sudah mulai berkurang produktivitasnya.

Saat ini baru beberapa negara maju saja yang sudah memberikan kepastian terkait zero net emisi, seperti UK, Amerika, Prancis, Jepang dan China. Sementara India masih menolak hal tersebut.

Ilustrasi Carbon Capture Storage di China
Sumber: http://www.csec.com

Jadi Solusi #TimeforActionIndonesia Terbaiknya Apa dong?

Upaya Mendukung Net Zero Emissions dari Rumah #UntukmuBumiku

Saat ini, upaya terbaik adalah menyeimbangkan apa yang dikonsumsi dan hasil buangannya. Meskipun dirasakan rumit dan membutuhkan waktu, tapi menyadari bahayanya kenaikan emisi CO2 di bumi sangatlah penting.

39 thoughts on “Yuk Dukung Net Zero Emissions Dari Rumah!

  1. Mulai dari yang gampang dengan mengurangi sampah plastik maka kita bisa dari sekarang mendukung pengurangan emisi dan tercapai di tahun 2050.

    Like

  2. Betul sekali kita harus mendukung zero emission Dari rumah pun dapat kita lakukan sesuai kapasitas kita. Demi Bumi lestari, kita harus rawat bumi ini.

    Like

    1. Bisa dilihat pada laporan Global Coal Exit List mb. Sejauh ini 6 bank terbesar di nasional pun masih berupaya untuk banting stir ke pendanaan berkelanjutan. Semoga saja segera terwujud dalam waktu dekat.

      Like

  3. Menggunakan kendaraan umum nih yg masih sulit buat aku, tpi kondisi pandemi ini bkin lebih byk dirumah sih..jdi jarang bgt keluar pake kendaraan pribadi

    Like

  4. Walau untuk gas buang CO2 memang gak bakal bisa bener² 0 karena kita bernapas mengeluarkan CO2 tapi bisa kok diimbangi dengan memperbanyak pepohonan ya dan minimalisir hal yang meningkatkan gas emisi

    Like

  5. Dengan kondisi bumi yg semakin memanas, bersyukurnya skrg ini makin bnyk gerakan peduli lingkungan. Semoga makin bnyk pula orang2 yg sadar dan peduli dgn melakukan gaya hidup seperti yg mba sebutkan tadi

    Like

  6. Tiba tiba aku ingat anime Jepang Netflix yang baru aku tonton, JAPAN SINKS 2020. Akibat pemanasan global Jepang tenggelam sepenuhnya. Selain karena memang Jepang dikelilingi ring of fire yang dahsyat kan ya. Tapi berdasarkan hasil penelitian memang ramalan itu bakal terjadi, sama halnya dengan ramalan Jakarta akan tenggelam dan pulau Jawa terbelah. Saya yakin bukan sekedar ramalan. Kalo semakin banyak negara yang concern ke zero emisi ramalan bisa jadi gak terjadi, atau kalaupun terjadi dampaknya gak akan terlalu besar.

    Udah sejak tahun 90an sih banyak yang peduli dan koar koar soal global warming, tapi kadang di dengar lewat dan diacuhkan. Butuh banyak upaya seperti terus menerus kampanye soal ini mulai dari kalangan sendiri sampai kalangan atas. Bahkan Coldplay konser dengan konsep go green.

    Like

    1. Banget mba. Bahkan sampai tahun 2019 an kemarin, masih saja ada petinggi dunia yang menolak isu global warming. Sedihnya karena lebih kepada mereka paham tapi kebijakan mereka lebih berat kepada profit ekonomi semata 😦

      Like

  7. mengurangi emisi bisa membuat lingkungan jadi lebih baik ya mbak
    kita juga bisa terhindar dari beragam bencana
    dan untuk mencapai nett zero emissions bisa dilakukan dari cara yg kecil namun berdampak

    Like

    1. India penyumbang CO2 terbesar ke 3, tapi alasannya menolak lebih ke alasan yang realistis juga sih klo menurut saya. Net zero ditargetkan terwujud sebelum 2050, sementara solusi untuk itu saat ini hanya sekedar menanam pohon, mengurangi emisi, dsb, membutuhkan proses yang lama. Jadi, India lebih mengutamakan target penurunan intensitas emisi dari tiap sektor ekonomi melalui climate finance yang uangnya tak sedikit. Makanya mereka tegas menolak target tahun terwujudnya net zero itu pada 2050

      Like

  8. Semua memang harus dimulai dari diri sendiri dan dari yang terdekat ya Bun. Termasuk mendukung kelestarian lingkungan dalam rangka zero net emisi ini. Gak boleh mager demi masa depan generasi penerus kita

    Like

    1. Betul bun meskipun dirasakan masalah ini sangat besar untuk dihandle sendirian, tetap kalau tak ada yang bergerak sama sekali, tak akan ada perubahan sama sekali

      Like

  9. Bnyk org yg belum sadar ttg konsep hemat emisi ini. Jadi emg kita hrs mulai dari diri sendiri dulu biar bisa nularin kebiasaan baik ke org2 terdekat. Semoga bumi tetap lestari.

    Like

  10. Saya baru tahu jika emisi karbon dioksida (CO2) terbesar selain dari industri dan kebakaran hutan,ternyta berasal dari pertanian dan peternakan. Padahal kebanyakan aktivitas pertanian dan peternakan ini di daerah, ya mbak? Bukan diperkotaan.
    Betapa Bumi benar2 perlu diselamatkan.

    Like

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s