BPN Ramadhan 2022

Sinopsis Film Pride and Prejudice (2005)

Sinopsis Film Pride and Prejudice (2005)-catatansicikal
Sumber : imdb

Hola sobat, kali ini saya ingin membahas salah satu film yang sangat berkesan sekali. Judul filmnya adalah Pride and Prejudice. Jika diartikan kurang lebih sebagai “Harga Diri dan Prasangka”. Film ini merupakan remake dari film sebelumnya dengan judul yang sama pada tahun 1995. Keduanya mengadaptasi novel karangan Jane Austine, salah satu novelis favorit saya. Apa yang menjadi daya tarik film ini sampai akhirnya masuk sebagai film box office di masanya? Simak terus Sinopsis Film Pride and Prejudice (2005) disini ya.

Sinopsis Film

Film dibuka dengan suasana khas zaman Victoria pada abad ke 18 di sebuah pedesaan Inggris. Dikisahkan sebuah keluarga Bennet yang hangat dan ramai. Ramai karena keluarga tersebut mempunyai anggota keluarga yang banyak pada zamannya. Tidak ada yang membuat senang Tuan dan Nyonya Bennet selain kebersamaan mereka. Hanya satu yang selalu dicemaskan oleh Nyonya Bennet, yaitu soal masa depan anak-anaknya yang semuanya adalah wanita. Ternyata zaman tersebut sangat lumrah jika wanita remaja harus sudah mulai memperkenalkan diri dalam sebuah kelas sosial untuk mencari jodoh.

Sayangnya, kondisi keluarga Bennet terbilang tak begitu mengagumkan. Meskipun tidak bisa dibilang miskin, namun juga tidak terlalu kaya. Jadi, Nyonya Bennet mati-matian mencarikan jodoh terbaik di sebuah pesta dansa dan kalau bisa kaya raya agar derajat keluarganya terangkat.

Cerita menjadi menarik manakala anak kedua dari anak Nyonya dan Tuan Bennet yang bernama Elizabeth turut serta ke pesta. Pada dasarnya Lizzy, panggilan Elizabeth, merupakan anak pemberontak. Jadi saat ibunya ‘bekerja keras’ menjodohkan kakaknya, Jane, dengan bujangan kaya raya bernama Charles Bingley, Lizzy hanya tertawa sinis. Tapi Jane yang pada dasarnya sangat cantik, feminim dan lembut, langsung memikat hati Charles.

Pada saat yang sama di pesta dansa juga hadir teman Charles yang bernama Darcy. Pembawaan Lizzy pada Charles ini juga terbilang lucu sekali. Kerapkali Lizzy mengejek sikap dingin Darcy yang menurutnya sangat sombong. Apalagi saat perkenalan yang dipaksa oleh ibunya, Darcy hanya mendelik sebentar tanpa tersenyum atau berkata sepatah katapun. Jadi ceritanya Lizzy menggibah Tuan Darcy ini barengan temannya. Dari sinilah awal mula prasangka Lizzy kepada Tuan Darcy dimulai.

Apalagi saat hubungan Jane dan Charles tiba-tiba saja harus putus. Teman Lizzy mengabarkan bahwa Darcy lah yang menghasut Charles untuk membatalkan pertunangan. Karena Charles ini termasuk bangsawan, maka keluarga Bennet mempunyai image buruk. Keluarga Bennet dianggap hanya mencari pundi-pundi dan ingin menikahkan anaknya karena harta Charles saja.

Apakah Lizzy Semakin Benci?

Tentu saja Lizzy sangat marah akan hal tersebut. Saat Jane pergi ke London untuk menenangkan hatinya, Lizzy menemui Darcy untuk memarahinya. Sikap Darcy yang dingin membuat Lizzy tambah ga suka. Tapi setelah Darcy menjelaskan panjang lebar alasannya, Lizzy tampak bimbang. Baik Lizzy dan Darcy sama-sama berada dalam hubunga Love-Hate relationship. Jadi, ga ketemu rindu, tapi ketemu bawaannya ingin marahan saja.

Lizzy yang sangat suka kebebasan dan benci dikekang juga langsung menolak saat seorang calon pastur dikenalkan padanya. Apalagi gaya orang tersebut dirasa sangat tidak sopan, norak dan bukan tipe Lizzy banget. Setelah ditolak Lizzy, Nyonya Bennet marah besar karena dia tak mau anaknya menjadi perawan tua. Lizzy tambah sedih dan bingung. Apalagi teman dekatnya malah menerima pinangan si calon pastur yang sudah ia tolak. Alasannya meskipun tidak cinta setidaknya si calon pastur ini bisa memberikan kehidupan stabil secara materi pada temannya itu.

Dalam kemarahannya, Lizzy berjalan-jalan bersama tantenya. Saat itu ia mengunjungi sebuah rumah besar yang jarang ada orangnya. Tak disangka ternyata rumah tersebut adalah tempat tinggal keluarganya Tuan Darcy. Saat itu Lizzy tak sengaja mendengar adik Tuan Darcy memainkan piano. Padahal sebelumnya Lizzy juga marah pada Tuan Darcy karena sudah dianggap menjahati Wickham, seorang tentara sekaligus kenalan dekatnya.

Padahal Wickham pernah melarikan adiknya dan menikahinya tanpa persetujuan Tuan Bennet. Meski demikian Darcy langsung sigap membantu Lizzy mencari adiknya itu. Jadi, pertemuan Lizzy dan Darcy sekali lagi menimbulkan percikan rindu sekaligus prasangka yang masih belum usai. Di suatu pagi berkabut, saat Lizzy sedang gundah gulana, ia berjalan menyusuri jalan setapak yang sering ia lewati. Saat itu ia kembali berpapasan dengan Darcy yang ternyata sedang menuju ke rumahnya.

Capek dengan perasaan yang ditutupi oleh prasangka, akhirnya baik Darcy dan Lizzy saling mengungkapkan isi hatinya. Ternyata keduanya saling menyukai sejak pertama kali bertemu. Dari situ juga terungkap semua asal mula prasangka dan juga upaya Tuan Darcy ketika keluarga Bennet ditempa masalah. Akhirnya, ketika Jane dan Charles kembali berbaikan dan berusaha melamar, Darcy pun demikian. Cerita film ditutup dengan sekilas tayangan Darcy dan Lizzy yang berduaan dengan bahagia dan saling memuji satu sama lain.

Hikmah yang Bisa Diambil

Cinta adalah hal sederhana yang kadang dibuat rumit. Setidaknya itu inti cerita yang disampaikan oleh film ini. Walaupun, saya sendiri menangkap banyak hikmah lainnya. Saya bisa mengetahui latar budaya pada era abad ke 18. Saya bisa mempelajari bagaimana kedudukan wanita dalam pergaulan sosial masa itu. Terlihat sekali bahwa karakter Lizzy adalah karakter yang dianggap anomali untuk wanita pada zamannya. Seorang pemberontak, penyuka kebebasan dan yang pasti tidak mau menyerahkan hidupnya pada seseorang yang tidak ia cintai. Saya kira, pada zaman itu memang wanita belum sepenuhnya berperan besar dalam masyarakat. Jadi, mempunyai pasangan, menikah dan melahirkan anak adalah siklus yang wajib dilakukan.

Saya memfavoritkan karakter Lizzy, meskipun tidak semuanya. Kepribadian Lizzy yang cerdas, ceria, berani, tegas, namun juga gampang berprasangka menjadi daya tarik yang asyik. Apalagi disandingkan dengan karakter Tuan Darcy yang dingin, irit bicara tapi aslinya baik, murah hati dan tentu saja guanteng hahaha….

Tak lupa juga karakter dari orang tua Lizzy, Tuan dan Nyonya Bennet. Sebagai ibu-ibu tentu normal sekali menjadi seseorang yang cemas dengan masa depan anaknya. Tapi duuuh Nyonya Bennet ini bisa dibilang agak norak apalagi kalau sudah mendengar yang namanya bujangan dari keuarga kaya raya. Sebaliknya, Tuan Bennet malah lebih sederhana dan mengembalikan apapun pada pendapat anaknya.

Pokoknya cerita film ini benar-benar berkesan buatku. Cerita romansanya walaupun klise tapi membuat senyum sendiri. Pemainnya andal dan juga keren parah.

Comments

Translate ยป
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: